HarukaEdu Masuk Program Google Launchpad Accelerator

HarukaEdu Masuk Program Google Launchpad Accelerator

google accelerator

 

Berita menggembirakan untuk menutup tahun 2015 dan membuka tahun 2016, HarukaEdu berhasil menjadi salah satu startup terpilih dari Indonesia untuk mengikuti program Launchpad Accelerator yang diluncurkan oleh Google. Sebanyak tujuh startup dari Indonesia akan mengikuti batch pertama program ini yang akan diselenggarakan mulai 18 Januari 2016 mendatang, yaitu Jojonomic, Kakatu, Kerjabilitas, Kurio, eFishery, Setipe dan HarukaEdu.

“Merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan besar bagi HarukaEdu menjadi salah satu startup dari Indonesia yang terpilih untuk mendapatkan pelatihan dan dukungan dari salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Tentunya ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bertemu dengan startup lain dari Indonesia, India dan Brazil dan bertukar pengalaman dan pengetahuan baru,” ujar Novistiar Rustandi, CEO HarukaEdu.

Google Launchpad Accelerator saat ini terbuka bagi startup pengembang solusi mobile yang berada di India, Indonesia dan Brazil. Program ini akan memberikan mentoring, pelatihan, dukungan serta memberikan pendanaan bebas ekuitas bagi startup yang terpilih. Rencananya Google akan membuka pendaftaran untuk batch kedua yang akan diselenggarakan pada pertengahan tahun 2016 mendatang.

Roy Glasberg, Pimpinan Global Google Launchpad Accelerator, mengatakan bahwa perusahaannya secara khusus mencari startup yang dapat memberikan dampak besar dan positif bagi pasar lokal.

Berbagai rangkaian kegiatan akan diikuti oleh para startup yang terpilih dalam program ini. Setelah terpilih, perwakilan dari masing-masing startup akan diterbangkan ke Google Headquarters di Silicon Valley, Amerika Serikat untuk mengikuti bootcamp selama dua minggu. Dalam bootcamp ini, masing-masing startup akan memeroleh pelatihan dari para mentor, yang terdiri dari karyawan Google dan praktisi dari luar, sebagai bekal untuk menyusun strategi pengembangan dan mengeksekusinya dalam lima bulan berikutnya.

Selain itu, masing-masing startup juga akan mendapatkan bantuan dana bebas ekuitas hingga 50.000 US Dollar (sekitar 700 juta rupiah), akses ke teknisi, sumber daya dan mentor dari Google, kredit untuk menggunakan beragam Google Platforms, bekerja langsung bersama Google selama enam bulan dan masih banyak lainnya.

Menurut Google, Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi market program ini karena tingkat pengguna smartphone di Indonesia lebih tinggi dibanding negara lainnya. Selain itu, Indonesia adalah negara ke-empat dengan populasi terbesar di dunia dengan 225 juta jiwa dan setengah dari penduduknya berusia di bawah 30 tahun.  Sekitar 43% penduduk Indonesia memiliki smartphone, dengan tingkat pengguna meningkat hingga 61% di perkotaan.

“HarukaEdu berharap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan aplikasi mobile kami dan memberikan kesempatan lebih besar lagi bagi bangsa Indonesia untuk mendapat pendidikan yang berkualitas,” harap Novistiar.

  • Social Links: