Kuliah Fleksibel dengan Konsep E-Learning

Kuliah Fleksibel dengan Konsep E-Learning

Di zaman yang serba internet saat ini, hampir semua kebutuhan manusia bisa dipenuhi oleh internet. Salah satunya adalah pendidikan. Inovasi-inovasi baru terus dikembangkan untuk mempermudah kebutuhan orang-orang yang bermobilitas tinggi yang ingin mendapatkan pendidikan terbaik dan tetap menjaga mutu kualitas pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Kebutuhan belajar dengan fleksibilitas akses materi pelajaran ini telah dijalankan selama beberapa tahun kebelakang yang dikenal dengan konsep E-Learning. Inovasi dunia pendidikan bermunculan dan didukung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir yang menekankan kepada perguruan tinggi di Indonesia untuk mulai mengembangkan sistem perkuliahan berbasis teknologi informasi. Ia mengharapkan kedepannya perkembangan pendidikan tinggi bisa diarahkan menjadi paperless, borderless, dan classroomless. Sehingga dapat menghemat waktu dan biaya pendidikan tinggi yang dikeluhkan terlalu tinggi.

Pemanfaatan teknologi telekomunikasi untuk kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia semakin kondusif dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Departemen Pendidikan Nasional (SK Mendiknas) tahun 2001 yang mendorong perguruan tinggi konvensional untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (dual mode). Dengan iklim yang kondusif ini, beberapa perguruan tinggi telah melakukan berbagai persiapan, seperti penugasan para dosen untuk mengikuti pelatihan tentang pengembangan bahan belajar elektronik, mengidentifikasi berbagai platform pembelajaran elektronik yang tersedia, dan melakukan eksperimen tentang penggunaan platform pembelajaran elektronik tertentu untuk menyajikan materi perkuliahan.

E-Learning sendiri adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet, jaringan komputer, maupun komputer standalone dan perangkat elektronik jinjing dan penerapannya dapat memberikan manfaat seperti berikut;

  1. Adanya peningkatan interaksi mahasiswa dengan sesamanya dan dengan dosen
  2. Tersedianya sumber-sumber pembelajaran yang tidak terbatas
  3. E-Learning yang dikembangkan secara benar akan efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan dan kualitas perguruan tinggi
  4. Terbentuknya komunitas pembelajar yang saling berinteraksi, saling memberi dan menerima serta tidak terbatas dalam satu lokasi
  5. Meningkatkan kualitas dosen karena dimungkinkan menggali informasi secara lebih luas dan bahkan tidak terbatas

Manfaat E-Learning dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi mahasiswa dan sisi pengajar. Dari sisi mahasiswa bahwa kegiatan E-Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan instruktur setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.

Fasilitas infrastruktur sekarang tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka kegiatan E-Learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik yang:

  1. Belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya,
  2. Mengikuti program pendidikan keluarga di rumah untuk mempelajari materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer,
  3. Merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah,  yang  putus  sekolah  tetapi  berminat  melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan
  4. Tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.

Kegiatan E-Learning, beberapa manfaat yang diperoleh sisi pengajar antara lain ;

  1. Lebih mudah melakukan pembaruan bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi,
  2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak,
  3. Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan pengajar juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang,
  4. Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan
  5. Memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.

Dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan tersebut maka konsep belajar E-Learning menjadi jawaban untuk kemudahan akses belajar dan bisa menjaga kualitas pendidikan terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia.

 

  • Social Links: